ABSTRAK. Wuryaningsih,S., R. Kartapradja dan M.M.Tiwar. 1995. Pengaruh jumlah batang utama dan giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil mawar kultivar cherry brandy. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jumlah batang dan perlakuan GA3 atau kombinasinya yang tepat untuk pertanaman mawar kultivar cherry brandy guna menghasilkan jumlah dan kualitas bunga terbaik. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cipanas dari bulan Maret sampai Juli 1994, menggunakan Rancangan Petak Terpisah dengan petak utama adalah variasi jumlah batang utama dan anak petak adalah empat interval konsentrasi GA3. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemeliharaan tiga buah batang utama dalam satu tanaman menghasilkan tanaman dengan jumlah daun terbanyak, kuncup berukuran besar dan jumlah bunga terbanyak, masing-masing dengan nilai 43,36 helai pada umur 6 minggu setelah tanam, 2,64 cm, dan 2,62 tangkai pada panen bulan kedua. Penggunaan 300 ppm GA3 pada tanaman dapat memperbanyak jumlah ruas, memperpanjang ruas, dan tangkai bunga, memperbesar ukuran bunga dan memperpanjang ketahanan segar bunga potong mawar. Penerapan teknologi ini menguntungkan karena pertumbuhan tanaman dan bunga potong mawar yang dihasilkan, berkualitas baik.
Kata kunci : Rosa hybrida cv. cherry brandy, cabang utama, GA3, kualitas bunga
ABSTRACT. Wuryaningsih,S., R. Kartapradja and M.M.Tiwar.1995. The effect of number of main stem and GA3 application on growth and yield of rose flower cv. cherry brandy. The purpose of the study was to find out the number of main stem and GA3 application and its combination on rose flower cv. cherry brandy in order to produce highest yield and best quality cut flower. The study was conducted at Cipanas Experiment Garden from March to July 1994, applying a Split Plot Design, with number of a main stem as a main plot and concentration of GA3 as a sub plot. The results showed that three main stems produced highest number of leaves (43.36, at six weeks after planting), largest flower bud (2.64 cm), and highest flower production (2.62) at second months harvest. Application of 300 ppm GA3 produced more internode number, length of flowers stalk, flower diameter, and longer vase life. The result imply that the user will be advantaged through best plant growth and cut rose flower yield.
Key words: Rose hybrida cultivar cherry brandy, main stem, GA3, flower quality
Tanaman mawar banyak dibudidayakan dan diperjual belikan sebagai bunga potong, bunga tabur dan tanaman pot. Permintaan bunga potong mawar di kota besar di Indonesia cukup tinggi dan lebih tinggi dibandingkan dengan jenis bunga potong lainnya. Menurut Tjia (1993), permintaan dari luar negeri yang tinggi akan bunga mawar berasal dari Jepang dan Taiwan. Dilihat dari keadaan pasar di luar dan di dalam negeri, Indonesia mempunyai peluang besar untuk mengembangkan usaha bunga potong mawar. Namun untuk mendominasi pasar dibutuhkan produk dengan kualitas dan kuantitas yang mampu bersaing secara komersial serta terjamin kesinambungan produksinya.
Kualitas bunga potong mawar ditentukan antara lain oleh panjang tangkai dan diameter bunga (Sutater dan Darliah, 1994). Dalam hal ini giberelin (GA3) merupakan salah satu zat pengatur tumbuh yang mempunyai peranan fisiologis antara lain memperpanjang batang (tangkai bunga) serta memperbesar ukuran bunga (Wattimena, 1988). Nagarajaiah dan Reddy (1986) mengemukakan bahwa pemberian 200 ppm GA3 pada tanaman mawar kultivar queen elizabeth umur enam tahun, paling efektif dalam meningkatkan panjang kuntum bunga dan panjang tangkai bunga. Selanjutnya Sobti dan Mathur (1992), mengungkapkan bahwa pemberian GA3 dapat menurunkan serangan Powdery mildew yang disebabkan oleh Sphaerotheca pamosa var. Rosae sehingga hasil bunga segar rneningkat.
Jumlah batang utama merupakan salah satu komponen yang sangat penting untuk produksi bunga mawar. Semakin banyak jumlah batang, semakin besar potensi tanaman untuk membentuk bunga, namun sampai seberapa jauh jumlah batang ini mempengaruhi kualitas bunga, perlu diteliti. Hal yang sama juga terhadap penggunaan GA3. Dalam hal ini jurnlah batang utama dan GA3 berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kualitas bunga mawar. Dalam penelitian ini diharapkan didapatkan jumlah batang utama dan konsentrasi GA3 atau kombinasinya yang tepat untuk pertanaman mawar guna menghasilkan jumlah dan mutu bunga potong mawar terbaik.
BAHAN DAN METODE
Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Sub Balai Penelitian Hortikultura Cipanas dengan ketinggian 1.100 m dari permukaan laut pada jenis tanah andosol. Percobaan dilaksanakan mulai bulan Maret sampai bulan Juli 1994. Rancangan percobaan menggunakan Petak Terpisah dengan petak utama adalah jumlah batang utama dan anak petak adalah konsentrasi GA3. Jumlah batang utama terdiri atas satu batang utama, dua batang utama, dan tiga batang utama. Anak petak atau konsentrasi GA3 terdiri atas empat taraf, yaitu 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, dan 300 ppm. Dengan demikian terdapat 12 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan terdiri atas delapan tanaman. Jumlah ulangan dari setiap perlakuan adalah 3 kali. Perlakuan yang berpengaruh nyata terhadap peubah yang diamati, dilakukan pembedaan dengan uji HSD taraf 5%.
Kultivar yang digunakan adalah cherry brandy yang sudah berumur 2 tahun. Pupuk dasar menggunakan TSP dan KCL masing-masing dengan dosis 200 kg/ha dan pupuk kandang 30 ton/ha diberikan sebelum tanam atau pada saat pengolahan tanah. Selanjutnya setiap dua minggu sekali diberikan pupuk urea 100 kg/ha Untuk pemeliharaan dilakukan penyiangan, pengairan serta penyemprotan insektisida dan fungisida sesuai keperluan.
Parameter pengamatan meliputi:
a. Pertumbuhan tanaman
1. Jumlah ruas, dihitung dari contoh yang diambil sebanyak 5 tanaman/plot setiap panen.
2. Panjang ruas, diukur jarak antara dua buku dari 5 contoh/plot yang diambil setiap panen.
3. Jumlah daun, dihitung pada saat tanaman berumur 6 minggu setelah tanam.
4. Umur (dalam hari) terbentuk primordia bunga dihitung dari saat tanam sampai terbentuknya primordia bunga.
b. Produksi bunga/tanaman, dihitung jumlah bunga yang dipanen dari setiap tanaman selama satu bulan panen.
c. Mutu dan ketahanan segar bunga:
1. Panjang tangkai bunga (stem length), diukur dari ujung bunga sampai 5 cm dari pangkal cabang pada saat panen.
2. Panjang tangkai kuntum (neck length), diukur jarak dari ujung bunga sampai daun pertama pada saat panen.
3. Diameter kuncup, diukur dari contoh yang terpilih.
4. Diameter bunga, diukur ketika bunga mekar sempuma.
5. Kesegaran bunga, dihitung jumlah hari sejak tanaman dipanen dan mulai layu dari bunga yang tangkainya direndam dalam botol berisi 200 ml air biasa.
Penyemprotan GA3 dilakukan 2 kali, yaitu pada umur 20 dan 30 hari setelah tanam dengan konsentrasi sesuai perlakuan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil pengamatan pertumbuhan tanaman yang meliputi jumlah daun, jumlah ruas, panjang ruas dan umur terbentuknya primordia bunga disajikan pada Tabel 1. Analisis data pada Tabel 1 menunjukkan bahwa jumlah batang utama berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur enam minggu setelah tanam. Sedangkan konsentrasi GA3 berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah ruas, panjang ruas, dan umur terbentuknya primordia bunga.
Jumlah daun terbanyak dicapai oleh perlakuan dengan tiga buah batang utama. Dengan jumlah daun yang banyak diharapkan jumlah aktivitas fotosintesis yang dilakukan juga banyak sehingga karbohidrat yang dihasilkan untuk pertumbuhan dan pembungaan tanaman meningkat. Jumlah batang merupakan komponen vegetatif yang penting karena dari batang akan terbentuk tunas. Semakin banyak batang semakin banyak jumlah tunas yang terbentuk. Jumlah tunas yang banyak akan diikuti pula oleh jumlah daun.
Tabel 1. Pengaruh jumlah batang utama dan konsentrasi giberelin terhadap jumlah daun, jumlah ruas, panjang ruas, dan umur terbentuk primordia bunga (The effect of main stem number and GA3 concentration on leaf number, internode number, internode length, and the emergence of flower primordia)
|
Perlakuan (Treatment) |
Jumlah daun (Leaf number) |
Jumlah ruas (Internode number) |
Panjang ruas (Internode length) |
Umur terbentuk primordial bunga (Emergence of flower primordia ) |
|
Petak utama (Main plot) |
|
|
cm |
Hari/day |
|
1 Batang utama |
30,06 b |
12,03 a |
3,75 a |
56,68 a |
|
2 Batang utama |
39,12 a |
11,71 a |
3,91 a |
57,21 a |
|
3 Batang utama |
43,36 a |
12,98 a |
3,92 a |
52,30 a |
|
Anak petak (Subplot) |
|
|
|
|
|
0 ppm GA3 |
31,53 B |
10,75 B |
3,34 B |
60,90 A |
|
100 ppm GA3 |
40,04 A |
12,19AB |
3,87 A |
57,17 AB |
|
200 ppm GA3 |
39,96 A |
12,91 A |
4,09 A |
53,61 BC |
|
300 ppm GA3 |
38,52 A |
13,12A |
4,12 A |
49,90 C |
|
Interaksi |
TN |
TN |
TN |
TN |
TN = Tidak nyata (Non significant)
Pemberian giberelin berpengaruh nyata dalam menghasilkan jumlah daun. Hal ini sejalan dengan penelitian Sukendah (1990) pada mawar Hybrida tea kultivar charlotte armstrong.
Konsentrasi 300 ppm GA3 mempunyai nilai tertinggi dalam jumlah ruas (13,12 ruas) dan panjang ruas (4,12 cm) selanjutnya diikuti oleh konsentrasi 200 ppm dan 100 ppm, sedangkan kontrol mempunyai nilai paling rendah. Dengan kata lain, asam giberelin dapat meningkatkan jumlah ruas, dan panjang ruas. Pertambahan panjang ruas disebabkan karena asam giberelin dapat meningkatkan aktivitas pembelahan sel di meristem pucuk. Pemanjangan ruas terjadi melalui dua proses yaitu pembelahan dan pembesaran sel. Setelah sel membesar dan mencapai ukuran maksimal, selanjutnya diikuti oleh pembelahan (Weaver, 1971; Krishnamoorthy, 1981). Pemberian GA3 dari luar meningkatkan kandungan auksin dalam jaringan (Nagarajaiah dan Reddy, 1986) serta dapat mempercepat transfer auksin dan mendorong pemanjangan ruas (Gardner et aI1991). Dalam hal ini pembelahan dan pemanjangan jaringan sel di samping dapat menambah jumlah ruas juga akan meningkatkan panjang ruas.
Tabel 2. Interaksi antara jumlah batang utama dan konsentrasi GA3 terhadap produksi bunga mawar pada bulan pertama (Interaction between main stem number and GA3 concentration on flower production at the first month)
|
Konsentrasi GA3 (GA3 concentration) |
Jumlah bunga per tanaman (Number of flower per plant) |
||
|
1 Batang utama (1 main stem) |
2 Batang utama (2 main stem) |
2 Batang utama (2 main stem) |
|
|
ppm |
…………. tangkai/stalk ………. |
||
|
0 |
1,22 a A |
1,88 c A |
1,77 c A |
|
100 |
1,66 b C |
1,98 c B |
2,79 a |
|
200 |
1,60 b C |
2,37 b B |
2,53 b A |
|
300 |
1,77 b C |
2,53 a B |
2,87 a A |
Giberelin mempakan zat pengatur tumbuh yang dapat memacu masa pembungaan (Dwidjoseputro, 1984). Perlakuan GA3 pada berbagai konsentrasi memberikan hasil yang berbeda nyata terhadap saat muncul primordia bunga. Analisis data pada Tabel 1 menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi GA3 yang diberikan semakin cepat saat muncul primordia bunga.
Tabel 3. Pengaruh jumlah batang utama dan GA3 terhadap produksi bunga pada bulan ke dua (Effect main stem number and GA3 concentration on the flower production at the second month)
|
Perlakuan (Treatment) |
Jumlah bunga per tanaman (Number of flower per plant) |
|
Petak utama (Main plot) |
|
|
1 Batang utama |
1,74 B |
|
2 Batang utama |
2,48 A |
|
3 Batang utama |
2,62 A |
|
Anak petak (Subplot) |
|
|
0 ppm GA3 |
1,95 C |
|
100 ppm GA3 |
2,43 A |
|
200 ppm GA3 |
2,19 A |
|
300 ppm GA3 |
2,54A |
|
Interaksi (Interaction) |
TN |
TN = Tidak nyata (Non significant)
Dibandingkan dengan kontrol, maka pemberian 300 ppm GA3 dapat mempercepat pembentukan primordia bunga selama 10 hari. Menurut Chailakhian (1968), kecepatan berbunga tidak hanya dipengaruhi oleh giberelin saja tetapi juga aksi kombinasi dengan zat pengatur tumbuh lainnya. Kandungan auksin dan giberelin yang tinggi akan mempercepat tanaman berbunga. Lang dan Reinhard dalam Wahyuni dan Danoesastro (1980) menyatakan bahwa pembungaan beberapa spesies tanaman berhubungan erat dengan peningkatan kandungan giberelin. Aktivitas fisiologis yang khas dari giberelin adalah dapat memacu berbagai proses perkembangan pertumbuhan tanaman yang biasanya dikendalikan oleh factor – faktor lingkungan, termasuk pembungaan, pematahan dormansi, dan proses lainnya yang dipengaruhi oleh suhu dan fotoperiode (Danoesastro, 1973). Sedangkan menurut Harris et al (1969) giberelin mendorong transfer hasil asimilat ke bunga dan memacu fase perkembangan bunga ke arah anthesis. Pendapat ini didukung oleh Krishnamoorthy (1981) yang mengatakan bahwa suatu tanaman untuk menuju ke fase berbunga akan berkorelasi dengan jumlah dan jenis kandungan giberelin.
Produksi bunga ditentukan oleh kecepatan tanaman berbunga, jumlah cabang produktif dan jumlah bunga per tanaman. Hasil analisis data terhadap produksi bunga per tanaman menunjukkan bahwa perlakuan jumlah batang utama dan pemberian GA3 memberikan hasil bunga yang berbeda sangat nyata pada bulan pertama dan bulan kedua. Dalam hal ini terdapat interaksi antara perlakuan jumlah batang utama dengan pemberian GA3 pada bulan pertama (Tabel 2) sedangkan pada bulan kedua tidak terdapat interaksi (Tabel 3). Data pada Tabel 2 menunjukkan bahwa pada tanaman yang tidak diberi GA3, maka jumlah batang utama tidak berpengaruh terhadap produksi bunga/tanaman. Selanjutnya pada semua periakuan pemberian GA3, pada tiga buah batang utama memberikan jumlah hasil bunga yang paling tinggi dan berbeda nyata dengan perlakuan dua buah batang utama dan satu buah batang utama. Kombinasi perlakuan yang menghasilkan bunga terbanyak adalah kombinasi jumlah batang utama tiga dengan konsentrasi 300 ppm GA3. Produksi bunga ini sejalan dengan nilai tertinggi dari jumlah batang dan jumlah daun serta kecepatan terbentuknya primordia bunga terpendek.
Jumlah batang utama tidak berpengaruh terhadap panjang tangkai kuntum dan panjang tangkai bunga. Sedangkan konsentrasi GA3 berpengaruh sangat nyata terhadap panjang tangkai kuntum bunga dan panjang tangkai bunga mawar kultivar cherry brandy.
Panjang tangkai bunga merupakan salah satu peubah penting pada mawar untuk bunga potong, karena salah satu kriteria penting dari bunga potong mawar adalah panjang tangkai bunga. Dalam pengkelasan untuk bunga potong mawar panjang tangkai dibedakan dalam 5 kelas yaitu ekstra super (> 65 cm), super (55 > 65 cm), panjang (45 > 55 cm), medium (35 > 45 cm) dan pendek (25 – < 35 cm) (Sutater dan Darliah, 1994).
Berdasarkan pengkelasan tersebut maka pemberian 300 ppm GA3 mampu meningkatkan kualitas mawar cherry brandy dari panjang tangkai 44,28 cm (kontrol) yang termasuk kelas medium menjadi panjang tangkai 63,62 cm termasuk kelas super atau ada kenaikan panjang tangkai sebesar 43,7 %. Panjang tangkai bunga mempunyai nilai makin besar seiring dengan nilai jumlah ruas, panjang ruas (Tabel 1) dan panjang tangkai kuntum seperti yang disajikan pada Tabel 4.
Tabel 4. Pengaruh jumlah batang utama dan GA3 terhadap panjang tangkai bunga, panjang tangkai kuntum, diameter kuncup, diameter bunga dan ketahanan segar bunga mawar cherry brandy (Effect of main stem number and GA3 concentration on flower stem length, neck length, and diamter, flower diameter and vase life of Rosa hybrida cv. cherry brandy)
|
Perlakuan (Treatment) |
Panjang tangkai bunga (Flower stalk length) |
Panjang tangkai kuntum (Neck length) |
Diameter kuncup (Bud diameter) |
Diameter bunga (Flower diameter |
Ketahanan segar (Vase life) |
|
Petak utama (Main plot) |
……………………….cm……………………… |
Hari/day |
|||
|
1 Batang utama |
54,41 a |
8,68 a |
2,53 b |
8,99 a |
5,04 a |
|
2 Batang utama |
55,64 a |
8,27 a |
2,51 b |
8,85 a |
4,98 a |
|
3 Batang utama |
59,50 a |
8,64 a |
2,64 a |
9,09 a |
5,21 a |
|
Anak petak (Subplot) |
|
|
|
|
|
|
0 ppm GA3 |
44,28 C |
7,80 B |
2,32 B |
8,37 B |
4,38 B |
|
100 ppm GA3 |
56,80 B |
8,52 B |
2,59 A |
8,37 B |
5,06 AB |
|
200 ppm GA3 |
61,36 AB |
8,98 A |
2,65 A |
9,22 A |
5,26 A |
|
300ppm GA3 |
63,62 A |
8,82 AB |
2,69 A |
9,37 A |
5,60 A |
|
Interaksi (Interaction) |
TN |
TN |
TN |
TN |
TN |
TN = Tidak nyata (Non significant)
Jumlah batang utama hanya berpengaruh sangat nyata terhadap diameter kuncup, sedangkan pemberian GA3 berpengaruh sangat nyata baik terhadap diameter kuncup, diameter bunga, maupun kesegaran bunga.
Analisis data pada Tabel 4 menunjukkan bahwa tanaman dengan tiga batang utama berdiameter kuncup bunga terbesar, yaitu 2,64 cm. Di samping panjang tangkai bunga maka diameter kuncup bunga adalah merupakan kharakteristik mutu bunga potong yang penting pula. Pada pengkelasan bunga potong mawar disarankan untuk semua kelas mutu harus lebih besar 2,5 cm (Sutater dan Darliah, 1994). Besamya diameter kuncup pada tanaman dengan tiga batang utama ini sejalan dengan jumlah daun yang lebih banyak (Tabel 1) sehingga hasil fotosintat juga lebih banyak.
Pemberian GA3 meningkatkan ukuran diameter kuncup, diameter bunga, dan lama kesegaran. Hubungan antara konsentrasi GA3 yang diberikan dengan lama kesegaran bunga masih menunjukkan garis linier nyata dengan persamaan: y = 0,00388 x + 4,4937 yang berarti bahwa makin tinggi pemberian konsentrasi GA3 makin lama umur kesegaran bunga potong yang diperoleh. Sedangkan hubungan antara konsentrasi GA3 dengan diameter kuncup menunjukkan garis kuadratik nyata dengan persamaan y = – 0,0000058889x2 + 0,0029067x + 2,3340.
Pemberian 300 ppm GA3 dapat mempertahankan kesegaran bunga 1,3 hari lebih lama dibandingkan dengan kontrol. Wattimena (1987) mengemukakan bahwa di dalam tanaman selain terdapat hormon pemacu penuaan (etilen) dan perontokan organ tanaman (asam absisik) terdapat pula hormon-hormon yang menekan kedua proses tersebut (auksin, giberelin, dan sitokinin). Hasil yang sama juga ditemukan oleh Wuryaningsih (1993) pada pemberian GA3 sebanyak 3 kali pada tanaman krisan standar warna putih dapat memperpanjang umur kesegaran bunga. Sedangkan pada penelitian Dutta et al (1993) dengan penyemprotan GA3 dua kali pada umur 30 dan 45 hari sesudah tanam pada krisan dapat memacu pembentukan bunga dan memperpanjang baik umur berbunga maupun umur kesegaran bunga potong.
KESIMPULAN
1.Mempertahankan tiga batang utama menghasilkan jumlah daun,jumlah bunga dan diameter kuncup dengan nilai tertinggi.
2.Konsentrasi 300 ppm GA3 memberikan tanggapan besar terhadap jumlah ruas, panjang ruas, panjang tangkai bunga, diameter bunga, dan kesegaran bunga serta mempercepat terbentuknya primordia bunga.
PUSTAKA
1. Chailakhian,M.K. 1968. Internal factor of plant flowering. Ann. Rev. Plant Physiol. 19: 1-36.
2. Cleland, C.F. and J.A.D. Zeevaart. 1970. Gibberellin in relation to flowering and stem elongation in the longday plant. Plant. Phys. 46 : 392-400.
3. Dwijoseputro, 1980. Pengantar fisiologi tumbuhan. P.T. Gramedia. Jakarta. 200 hal.
4. Dutta, J.P., S. Ramadas. M.A. Khader. 1993. Regulation of flowering by growth regulators in Chrysanthemum (Chrysanthemum indicum Linn.) cv. Col. South Indian Hort. 45(5) : 293-299.
5. Krishnamoorthy, H.N. 1981. Plant growth subtances including applications in agriculture. Tata Mc. Graw. Hill, Publishing Co. Ltd. New York. 50 p.
6. Nagarajaiah, C. and T.V. Reddy. 1986. Quality of Queen Elizabeth, cut roses as influenced by gibberellic acid. Mysore. J. Agric. Sci. 20 : 292-295.
7. Sobti, A.K., A.K. Mathur. 1992. Effect of micronutrient and hormones on powdery mildew of rose. Indian Phytol. 45(2) : 256-258.
8. Sukendah. 1990. Mempersiapkan tanaman mawar (Rose hybrida) sebagai bunga potong dengan pemberian asam giberellin (GA3). Prosiding Simposium Hortikultura, Malang, 13- 14 Nopember.1990. Halaman: 10-15.
9. Sutater, T dan Darliah. 1994. Mawar. Penelitian tanaman hias Pelita V. Sub Balai Penelitian Hortikultura Cipanas. Halaman C17 – C27.
10. Wattimena. 1987. Zat pengatur tumbuh tanaman. PAU Bioteknologi IPB. Bogor. 247 hal.
11. Widyastoety, D. 1994. Pengaruh GA3 terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman anggrek Vanda. Bul. Penel. Tan. Hias. 2( 1) : 103-108.
12. Widyastoety, D. 1990. Pemberian asam giberelat (GA3) pada tanaman anggrek (Phalaenopsis cornucervi Breda BI & Rchb.f). Bul. Penel. Hort. XIX(1) : 19-24.
13. Wuryaningsih, S. dan T. Sutater. 1993. Pengaruh zat pengatur tumbuh dan pupuk N terhadap pertumbuhan dan produksi bunga krisan standard warna putih. Bul.Penel. Tan. Hias. 1(1) : 47-56.
SUMBER : Wuryaningsih,S., R. Kartapradja dan M.M.Tiwar. 1995. Pengaruh jumlah batang utama dan giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil mawar kultivar cherry brandy.J. Hort. Vol 5 (4) :76 – 81

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Bu, kebetulan saya sudah penelitian, dan sekarang sedang pembahasan. mau nanya bu, apa pengaruh :
1. Diameter batang
2. Jumlah cabang utama dan kedua
3. Jumlah bunga (barat timur utara selatan)
terhadap produksi tanaman
Penelitian saya Survey, Tanaman jambu air Camplong di Sampang Madura.
jika ibu berkenan, mohon dijawab, atau memberitahu reverensi yang membahas hal tersebut.
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih
Jazakillah khoir
Wassalamualaikumarohmatullohi wabarokatuh
gibberellin acid-giberelin-gibberellic acid-giberelin acid20%/Ga3 tablet 20%/super gib
HARGA
Rp.14.500/negosisasi untuk pengambilan diatas 1000 pcs
kemasan : alumunium foil 5 gram
hubungi : 081 335 305 438
SUPER GIB suatu produk unggulan dari kami adalah hormon
pemacu pertumbuhan/bunga pada tanaman yang sangat berguna
untuk tanaman hortikultura,palawija dan lain2.pertumbuhan
tanaman yang menggunakan Ga3 dapat tumbuh 2X lebih cepat dibanding
dengan yang tidak menggunakannya.dengan Ga3 buah-buahan
(melon,semangka,tomat,nanas,dll) dapat mempercepat besarnya buah dalam tempo singkat.
SUPER GIB is broad spectrum PGR
Used for the increase of fruit productivity,
it promotes the growth of the roots,stems
and foliar by supplying nutrients for plants.
Particulary,it has great effect increasing
output of paddy,vegetables and flowers.