Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2008

Virus mosaik ketimun (CMV) merupakan salah satu patogen penting pada berbagai tanaman hortikultura, termasuk tanaman krisan. Untuk dapat mengetahui secara dini infeksi virus pada tanaman, maka perlu dikembangkan metode deteksi cepat. Penelitian ini bertujuan mendapatkan antiserum poliklonal terhadap virus mosaik ketimun (CMV) pada krisan untuk deteksi cepat.

Read Full Post »

ABSTRAK. Rahardjo, I.B., Y. Sulyo dan E. Diningsih. 2002. Uji kepekaan gamma-globulin antiserum poliklonal cucumber mosaic virus (CMV) untuk deteksi cepat CMV dengan metode ELISA tidak langsung pada tanaman tapak dara (Vinca sp.). Virus mosaik ketimun (CMV) merupakan salah satu patogen penting pada berbagai tanaman hortikultura, termasuk tanaman tapak dara. Untuk dapat mengetahui secara dini [...]

Read Full Post »

Salah satu virus yang menyerang tanaman krisan adalah CMV. Alternatif pengendalian CMV pada tanaman adalah menggunakan vaksin CARNA 5. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik aplikasi vaksin dalam memproteksi CMV pada krisan.

Read Full Post »

Tanaman tapak dara perlu ditingkatkan mutunya, baik secara kualitas maupun kuantitas. Salah satu kendala peningkatan mutu tanaman tapak dara adalah adanya infeksi penyakit virus mosaik ketimun (CMV). Langkah pengendalian penyakit virus mosaik ketimun perlu dilakukan sedini mungkin ketika tanaman masih muda.

Read Full Post »

Produksi bunga krisan perlu ditingkatkan mutunya, baik secara kualitas maupun kuantitas. Kendala produksi bunga krisan diantaranya adalah infeksi penyakit sistemik yang berupa virus CMV (Cucumber Mosaic Virus). Penanggulangan penyakit CMV sudah berhasil dilakukan dengan menggunakan vaksin Carna 5. Aplikasi vaksin Carna 5 sebaiknya dilakukan saat tanaman krisan masih muda.

Read Full Post »

ABSTRACT. Rahardjo, I.B. and I. Djatnika. 2001. Biological control of leaf spot Xanthomonas sp. on tuberose with Pseudomonas fluorescens, Gliocladium sp. and Trichoderma sp.. Leaf spot is one of the main problems for tuberose farmers. This disease is caused by Xanthomonas sp.. One of plant disease control alternatives is the use of antagonistic microbe.

Read Full Post »

ABSTRAK. Rahardjo, I.B., M.K. Kardin, I. Djatnika dan M. Roechan. 2001. Identifikasi penyakit penyebab gejala mosaik dan bercak klorotik pada tanaman melati (Jasminum spp.). Penyakit virus merupakan salah satu kendala pada tanaman melati, karena dapat menyebabkan gejala lesio lokal, mosaik sistemik, motel, vein clearing, vein banding, ringspot, rosetting, stunting, malformasi dan degenerasi.

Read Full Post »

ABSTRAK. Rahardjo, I.B.; Maryam ABN; A. Saefulloh; E. Silvia dan T. Mulyana. 2001. Uji residu empat isolat Beauveria bassiana terhadap tungau Tetranychus sp. (Acari:Tetranychidae) sebagai vektor virus pada tanaman anyelir (Dianthus caryophyllus L.). Tungau merupakan salah satu vektor virus pada tanaman anyelir. Pengendalian hayati terhadap tungau yang menggunakan agensia hayati merupakan alternatif pengendalian.

Read Full Post »

ABSTRAK. Rahardjo, I.B., Maryam Abn dan T.R. Omoy. 2002. Status resistensi beberapa varietas/klon mawar terhadap kutu daun Macrosiphum rosae (Homoptera: Aphididae) dan kutu perisai Aulacaspis rosae (Homoptera: Coccidae) sebagai vektor virus. Evaluasi terhadap status resistensi 10 klon mawar (Rosa sp.) terhadap kutu daun mawar, Macrosiphum rosae dan kutu perisai, Aulacaspis rosae, telah dilaksanakan di Instalasi [...]

Read Full Post »

ABSTRACT. Rahardjo, I.B., Y. Sulyo and E. Diningsih. 2002. Purification of gamma globulin of cucumber mosaic virus (CMV) polyclonal antiserum for rapid detection of CMV on chrysanthemum (Dendranthema grandiflora Tzve.). CMV is one of the major pathogens on some horticulture crops including chrysanthemum. A rapid detection method should be developed to support the evaluation of [...]

Read Full Post »

Older Posts »